Tadi nya aku hanya ingin menjadi tidak rapi, tidak bersih, tidak terlihat terawat sehingga membiarkan rambut sedikit lebih panjang dan berantakan daripada teman sekelas saat SMA lainnya. Masa" menegangkan pun tiba saat razia rambut dimulai. Guru-guru, satpam, bahkan kepala sekolah jadi lebih memperhatikan kerapian rambut para siswa laki-laki. Terbersit beberapa kenangan saat harus merelakan rambut ini berakhir di ujung gunting satpam dan kepala sekolah(beberapa kali). Tapi tentu saja masih terus kubiarkan dia bertumbuh , selain memang ingin aku juga merasa agak kurang mampu membayar uang untuk ongkos pangkas rambut 😂. Ini membuat pergerakan di sekolah tidak sebebas anak anak lain nya, harus lirik kiri kanan lihat keadaan hanya untuk ke kantin saja. Tapi tidak masalah, selama aku masih bisa membiarkan penghias kepala ku ini tumbuh bebas tanpa aturan. Ada satu momen yang paling kuingat tentang rambut dan peraturannya ini. Saat itu hari pertama ujian nasional, wakil kepala seko...